Jurus Dalam Membenahi Arus Keuangan, Menjaga Arus Keuangan Agar Tetap Sehat

Desain Grafis dan Percetakan
Pengeluaran yang membengkak dapat terjadi karena pada umumnya kita mempersiapkan diri untuk membeli berbagai macam perlengkapan terkait dengan persiapan liburan atau tradisi merayakan hari lebaran dengan memakai segala yang baru, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Baju baru, Celana Baru, Sepatu baru dan semua serba baru. Ditambah lagi dengan pengeluaran untuk tiket transportasi dan akomodasi berlibur, arus keuangan sebagian besar orang di musim liburan tentu berada di titik rawan. Menyikapi ke rawanan keuangan tersebut maka prioritas utama yang harus dilakukan adalah membenahi keuangan pribadi, dan yang tak kalah penting yaitu mengembalikan semangat kerja dan beraktifitas.

Jika keuangan pribadi dibiarkan acak-acakan setelah musim libur, maka keburukan bisa terus terbawa sampai bulan-bulan berikutnya. Tentunya hal ini tidak baik untuk kondisi finansial kita dalam jangka panjang.
Membenahi Keuangan

Nah untuk membenahi pundi-pundi keuangan yang mulai mengering setidaknya ada empat jurus yang bisa dilakukan terutama untuk pundi keuangan pribadi. 

Jurus Dalam Membenahi Arus Keuangan 


Apa saja jurus untuk membenahi keuangan pribadi ? yuk simak uraian berikut :

Jurus pertama, buatlah daftar perkiraan pengeluaran untuk bulan sekarang dan bulan depan. Perkiraan pengeluaran ini berfungsi untuk membantu dalam menentukan apakah sisa uang yang di miliki sudah cukup atau tidak untuk memenuhi semua kebutuhan. Jangan sampai karena tidak memperkirakan jumlah pengeluaraanya, sehingga membuat Kita terpaksa berhutangan kesana kemari demi memenuhi kebutuhan.

Jurus kedua, periksa nilai aset yang dimiliki. Aset yang dimaksud di sini berupa tabungan dan investasi berupa emas yang bisa diuangkan dalam waktu cepat. Aset-aset tersebut dapat dijadikan sebagai cadangan dalam rangka memenuhi kebutuhan yang rutin dan tidak bisa ditunda, kalau memang uang yang ada di kantong tidak mencukupi. Hal ini juga bertujuan agar tidak membuat hutang baru.

Jurus ketiga, sediakan uang yang cukup untuk menutupi seluruh pengeluaran di bulan sekarang. Prioritaskan untuk menutupi utang dan pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari. Seperti utang kartu kredit, cucilan rumah, cicilan motor, premi asuransi, tagihan listrik rumah, dan lain sebagainya. Jika terpaksa, Anda bisa menguangkan sedikit aset yang dimiliki supaya pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari bisa tertutupi. Lakukan jurus berikutnya sambil menunggu keuangan menjadi pulih kembali. 

Jurus keempat, potong untuk sementara pengeluaran yang tidak mendesak. Dalam hal ini misalnya pengeluaran yang sifatnya hiburan. Anda bisa mencoba untuk mencari alternatif yang lebih relatif murah untuk dua bulan ini sambil menunggu keuangan pulih kembali.
Cara lainya, rajin-rajinlah melihat berbagai macam promo di berbagai toko atau situs belanja yang menjual kebutuhan Anda.

Musim libur menyebabkan kebanyakan orang menghabiskan pundi-pundi keuangan yang selama ini mereka simpan, sehingga tidak aneh jika ada situs online atau toko di pusat perbelanjaan yang memberikan promo berbentuk diskon besar bagi pengguna kartu kredit tertentu dalam rangka meningkatkan penjualan mereka kepada konsumen yang memiliki uang sedikit.

Memanfaatkan hal tersebut bertujuan agar kita bisa tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadilah bijak dalam hal mengelola keuangan sehabis musim libur, maka kondisi finansial Anda juga bisa terkendali dengan stabil.

Setelah keuangan anda stabil hal-hal yang tidak bisa diremehkan.

Dampak baik dan buruk penggunaan kredit.


Pada zama sekarang, kartu kredit sudah menjadi trend penggunaannya sebagai alat bantu dalam bertransaksi. Bahkan kartu kredit membantu untuk penghematan belanja sehari-hari dengan adanya fitur-fitur diskon atau cashback jika berbelanja dengan memakai kartu kredit.
Walaupun demikian jangan sampai kebablasan dalam menggunakan kartu kredit dan ingat pembayaran dengan kartu kredit merupakan hutang yang harus anda bayar pada waktunya. Jika tidak, maka anda akan dikenakan bunga. Kalau sudah begitu samalah halnya anda membeli kebutuhan dengan harga mahal. Bukannya hemat tapi jadi boros.

Apa yang menyebabkan tagihan kartu kredit membengkak?

Karena keenakan menggunakan kartu kredit, tanpa disadari tagihan udah membengkak, hal ini disebabkan oleh hal-hal yang tak terduga dalam penggunaan kartu kredit diantaranya :
  1. Tidak membayar tepat waktu. Telat membayar tagihan walaupun hanya satu hari. Ini sering kejadian kalau Anda tidak ingat dengan pasti tanggal jatuh tempo bulanan kartu kredit yang anda miliki, atau Anda sudah membiasakan membayar tepat waktu. Setiap dari bank memiliki peraturan tersendiri untuk pembayaran pada tanggal jatuh tempo.
  2. Tidak menyadari akan adanya biaya tahunan. Pada umumnya pengguna kartu kredit yang sering tidak sadar dan terkejut ketika melihat bill tagihan melonjak tinggi. Setiap tahun kartu kredit yang masih aktif akan di bebankan biaya. Jika anda sudah lama menggunakan fasilitas kartu kredit. Anda bisa mencoba untuk negosiasi dengan pihak bank untuk meniadakan biaya tahunan kartu kredit Anda. Ada beberapa bank juga mempunyai opsi untuk meniadakan biaya tahunan melalui ketentuan poin reward atau jumlah pemakaian kartu kredit Anda sudah mencapai nilai nominal tertentu.
  3. Adanya biaya tambahan dari merchant. Di saat anda menggunakan kartu kredit dalam bertransaksi di toko, jangan sampai lupa tanya terlebih dahulu, apakah mereka mengenakan cas (biaya tambahan) jika menggunakan kartu kredit. Ada beberapa toko yang menerapkan kebijakan dalam penggunaan kartu kredit dengan menambahkan biaya kepada konsumen. Kadang-kadang Anda sebagai pembeli tidak menyadari kalau nilai yang digesek dengan kartu Anda memiliki nilai lebih besar dari harga barang yang anda beli. Kisaran biaya ini antara 1 sampai 3 persen dari harga barang.
  4. Melakukan tarik tunai dengan kartu kredit. Hal ini tidaklah bijak untuk pengguna kartu kredit. Pada umumnya bank akan mengenakan biaya atau bunga sebesar 3 sampai 6 persen dari nominal tarik tunai, dan bunga inipun akan dihitung secara harian. Jadi perlu mempertimbangkan jika membutuhkan uang tunai dengan tarik tunai dari kartu kredit.
  5. Dengan hanya melakukan pembayaran minium. Dari semua biaya, yang tidak disadari oleh para pengguna kartu kredit adalah beban bunga yang ditimbulkan karena tidak membayar lunas tagihan kartu kredit yang sudah jatuh tempo. Pembayaran minimum yang ditetapkan bank sebesar 10% dari tagihan bukan merupakan mengangsur tapi hanya untuk menjaga kelangsungan aktivasi kartu kredit.  Jika Anda tidak melunasi kartu kredit secara penuh, maka Ada akan dikenakan bunga secara proporsional sesuai dengan nominal yang belum anda bayarkan.

Menjaga Arus Keuangan Agar Tetap Sehat

Uang sebagai alat untuk menunjang kelangsung hidup. Walaupun bukanlah segala-galanya, namun tanpa uang uang tidak bisa melakukan apa-apa dalam situasi zaman yang modern ini. Maka dari itu, sangatlah perlu untuk menjaga kondisi keuangan kita tetap sehat. Sudah umumnya orang tidak berkeinginan keuangannya macet atau tidak nyaman dan membuat hidup jadi susah. Dalam hal mengatasi hal yang seperti ini, perlu bagi kita untuk melakukan pengaturan keuangan yang rapi dengan memperhatikan arus pendapatan dan pengeluaran. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga agar Arus keuangan Tetap Sehat dan Oke yaitu :
  1. Siapkan catatan arus keuangan Anda secara rutin. Catat semua sumber pendapatan Anda dalam periode satu bulan serta pengeluaran pada bulan yang sama. Dengan demikian anda akan bisa mengetahui apakah pendapatan dan pengeluaran seimbang. 
  2. Berikan prioritas pada pengeluaran yang tidak terencana, mana yang sifatnya kebutuhan, mana yang paling penting dan mana yang konsumtif. Kebutuhan pokok merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan pangan, papan. Kebutuhan yang tak kalah pentingnya adalah Pendidikan dan Kesehatan. Sedangkan kebutuhan konsumtif misalnya terkait dengan kesenangan maupun hobi.
  3. Lakukan pengevaluasian. Setiap akhir bulan adakan evaluasi apakah ada masalah dengan arus keuangan Anda, jika ada langsung perbaiki jangan ditunda.
  4. Konsisten. Setelah Anda mengubah serta memperbaiki arus keuangan Anda, pastikan bisa selalu konsisten melakukan revisi arus keuangan. Jangan sampai arus keuangan Anda kembali mengalami masalah.
Kesimpulan :

Dari uraian diatas maka dapatlah diambil suatu kesimpulan : Perlu ada pengaturan yang tepat pada saat kondisi keuangan sudah mulai lemah. Pertimbangkan dalam penggunaan Kartu Kredit (Membuat Hutang). Atur keseimbangan arus keuangan.

Demikian urain yang mengupas tentang keuangan, semoga bisa bermanfaat lebih-lebih lagi buat penulis dan pembaca pada umumnya.  Salam sukses selalu!!!
.:[Close][Klik 2x]:.
 Kekuatan Berfikir Positif 
Bos Anda Tidak Akan Menjadikan Anda Kaya