Tuesday, December 20, 2016

Ide Produk, Membuat Sketsa, Memilih Ide Terbaik, Membuat Studi Model dan Perencanaan Produksi

Jika Anda telah mengenal berbagai macam kekayaan budaya non benda pada daerah setempat, seperti tokoh-tokoh cerita rakyat, filosofi dari pantun, simbol-simbol, cerita rakyat dan tarian tradisional. Pengetahuan dan apresiasi kita terhadap hal-hal tersebut dapat mendorong munculnya ide dalam pembuatan produk kerajinan. Sebuah ide bisa muncul dengan tidak ada urutannya, serta tidak lengkap, akan tetapi bisa juga muncul secara utuh. Misalnya salah satu dari teman anda bisa saja mempunyai ide tentang suatu bentuk unik yang akan diciptakan. Ide bentuk tersebut akan menuntut anda untuk memikirkan teknik apa yang cocok digunakan serta produk apa yang tepat untuk bentuk tersebut. Jika salah satu dari teman anda juga bisa saja menemukan ide atau bayangan tentang sebuah produk yang ingin dibuatnya, material, proses dan alat yang akan digunakan secara utuh. Untuk memudahkan pencarian ide atau gagasan untuk rancangan kerajinan dengan inspirasi budaya non benda, mulailah dengan memikirkan hal-hal seperti di bawah ini.
Budaya nonbenda apa yang akan menjadi inspirasi?
1.Produk kerajinan apa yang akan dibuat?
2.Mengapa produk kerajinan tersebut dibuat?
3.Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut?
4.Bahan/material apa yang apa saja yang akan dipakai?
5.Warna dan/atau motif apa yang akan digunakan?
6.Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan?
7.Bagaimana proses pembuatan produk tersebut?
8.Alat apa yang dibutuhkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa diungkapkan dan didiskusikan dalam kelompok belajar dengan sistem curah pendapat (brainstorming). Pada proses brainstorming ini, setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang bermacam ragamnya dengan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun. Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam bentuk tulisan atau sketsa. Yang menjadi kunci sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok belajar adalah jangan ada perasaan takut salah, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh memberikan ide yang merupakan pengembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul. Curah pendapat dilakukan dengan semangat untuk menemukan ide baru dan inovasi. Semangat dan keberanian anda untuk mencoba membuat inovasi baru akan menjadi bekal anda  berkarya di masa depan.
Contoh Sketsa Ide dari Burung Enggang Menjadi Selendang Pelindung

Membuat Gambar/Sketsa



Bermacam ide produk, rencana atau rancangan dari produk kerajinan digambarkan atau dibuatkan sketsanya agar ide yang abstrak menjadi berwujud. Ide-ide rancangan dapat dilukiskan pada sebuah buku atau lembaran kertas, dengan menggunakan pinsil, spidol atau bolpoin dan sebagusnya menghindari penggunaan penghapus. Tariklah garis tipis-tipis dahulu. Jika ada garis yang dirasa kurang cocok, abaikan saja, buat  lagi garis lain pada bidang kertas yang sama. Begitu selanjutnya sehingga Anda berani menarik garis dengan tegas dan tebal. Gambarkan idemu sebanyak mungkin, dapat berupa variasi produk, satu produk yang memiliki fungsi sama, tetapi dengan bentuk yang berbeda, produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.
Membuat Sketsa

Pilih IdeTerbaik 

Setelah anda menghasilkan bermacam ragam ide serta menggambarkannya dengan sketsa, mulailah mempertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan serta memungkinkan untuk dibuat.

Prototyping atau Membuat Studi Model



Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adaiah format dua dimensi. Artinya hanya digambarkan pada bidang datar. Kerajinan yang akan dibuat berbentuktiga dimensi. Maka, studi bentukselanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model. Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sesungguhnya.

Perencanaan Produksi

Tahap selanjutnya adaiah membuat perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut. Prosedur dan langkah-langkah kerja dicatat secara jelas dan detail agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.