Mengetahui Tipe Pebisnis Seperti Apa Anda

Desain Grafis dan Percetakan

Mengetahui Tipe Pebisnis Seperti Apa Anda 


Ketika keinginan untuk membuka usaha muncul, saya yakin, pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini sering "menghinggapi" benak Anda.

"Saya tidak memiliki ide usaha dan bingung untuk memulai usaha. Saya tidak dapat menciptakan dan tidak mempunyai produk yang layak untuk dijual, apalagi keahlian. Bagaimana ya caranya membuka dan memulai usaha?"

"Saya tidak memiliki modal, tidak memiliki kemampuan manajerial, dan tidak mengerti manajemen membuka usaha, bagaimana ya cara memulai usaha?"

"Saya sudah mengumpulkan uang cukup lama dari bekerja sebagai karyawan, saya ingin memulai usaha, tetapi saya bingung harus bagaimana dan memulai dari mana?"

"Saya sudah memulai usaha, saya berguru dari orang yang saya kagumi, tetapi kenapa ya saya tidak bisa sukses seperti dirinya?"

"Saya memiliki produk, saya sudah merintis usaha, tetapi kok sepertinya jalan di tempat. Bagaimana ya caranya, agar akselerasi bisnis saya bisa lebih cepat dan maju?"

Yang menjadi point penting dari sejumlah pertanyaan tersebut diatas adalah menemukan karakter pribadi Anda sebelum memutuskan untuk mulai berbisnis. Begitu banyak orang yang sudah menjajal berbisnis, namun kesuksesan tidak jua menghampirinya. Kalaupun kesukses berhasil dicapai, perlu waktu yang lama, bahkan ada yang hanya mampir sebentar saja, lantas pergi meninggalkan Anda. Mengapa hal seperti itu bisa terjadi? Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah bisnis yang ditekuni melenceng jauh dari karakter pribadinya.

Banyak orang yang sering mencontoh melakukan kiat-kiat sukses berbisnis yang dilakukan oleh para pebisnis andal.  Kita pun tentu pernah melakukannya. Namun, yang perlu Anda ingat adalah kiat-kiat tersebut bukanlah sebuah "kitab suci" yang harus kita patuhi ajaran-ajarannya. Boleh-boleh saja jika mencomot kiat dari pebisnis A dan menggabungkannya dengan kiat dari pebisnis C, D, dan E. Suatu hal yang keliru sering dilakukan oleh para pebisnis pemula adalah mereka sering mencontek habis kiat-kiat sukses tersebut tanpa menfilternya dan mengadaptasikannya agar sesuai dengan usaha dan karakter dirinya.

Suhaimin, pemilik waralaba Bakmi Langgan mempunyai teori menarik yang banyak dilakukan para praktisi bisnis. Suhaimin menyebutnya dengan istilah ATM, Yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Teori ini cukup efektif untuk menekan angka presentase kegagalan dini saat pertama kali membangun bisnis, baik saat memilih jenis usaha maupun saat mencontoh berbagai kiat dari para pebisnis andal.

Sesuaikan minat dan bakat yang Anda miliki dengan bisnis atau pekerjaan yang Anda tekuni karena sifat-sifat alami yang terpendam dalam diri Anda dapat menjadi kekuatan yang superdagsyat untuk menjalankan bisnis Anda. Syarat mencuatkan kekuatan itu hanya satu, yaitu KENALI DIRI ANDA!

Dalam sebuah buku dengan judul Your Life Your Legacy : Enterpreneur Guide to Finding Your Flow, Karang Roger Hamilton. Dia membagi setiap orang dalam berbagai tipe karakter yang dapat membawanya menuju kesuksesan lebih cepat. Motivator ulung tersebut membuat sebuah diagram yang dinamakan Wealth Dynamics. Dari diagram tersebut dapat diketahui karakter masing-masing orang yang dibagi menjadi delapan bagian, yaitu Mechanic, Creator, Star, Supporter, Deal Maker, Trader, Accumulator dan Lord.
 

Tipe Mechanic


Sam Walton (pendiri Wal Mart) dan Jeff Bezos (pendiri Amazon.com) adalah contoh orang bertipe mechanic. Mechanic atau mesin adalah tipe antara Lord dan creator. Kekuatan orang tipe ini adalah mampu berfikir secara sistematis, sensitif terhadap kinerja sistem, memiliki kemampuan memperbaiki, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan suka mencoba. Namun, jika strateginya tidak jelas, mereka akan kehilangan fokus dan berpindah haluan. Mereka selalu mampu menerjemahkan ide creator menjadi sistem yang running well dan esthablished.

Tipe Creator


Creator adalah pencipta. Pencipta ide cemerlang untuk dijadikan bisnis. Sesuatu yang belum ada menjadi ada. Sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan sesuatu yang sama sekali tidak terbayangkan, bisa dilihat oleh mata. Siapa yang pernah berfikir bahwa makanan Turki bisa laku di Indonesia. Bukti bahwa kebab turki bisa laku, itu karena pencetus idenya, Hendy Setiono, bisa berpikir dan mencipta. Sebenarnya, setiap orang adalah pencipta. Namun, yang lebih penting adalah sebesar apa keyakinan orang tersebut atas ciptaannya itu.

Seorang kreator mengambil sifat-sifat umum spring (musim semi) di mana kehidupan dinamis mulai tumbuh kembali. Mereka berpikiran dinamis, intuitif, inovatif, dan melompat-lompat (tidak linier). Hasilnya adalah produk-produk baru atau sitem baru yang unik. Kelemahan mereka adalah kurang fokus bila menghadapi banyak proyek dan kurang senang detail. Di Indonesia, orang seperti Dahlan Iskan (Jawa Pos Group), Irwan Hidayat (Sido Muncul), dan Purdie E. Chandra (Primagama) dan Entrepreneur University) bisa digolongkan ke dalam tipe ini. Sedangkan, orang-orang luar biasa lain yang bertipe creator, antara lain Steve Jobs (pimpinan Apple Coumputer Inc.), Bill Gates (pemilik dan pimpinan Microsoft), Walt Disney (pendiri Walt Disney Productions), dan Steven Spielverg (sutradara ternama Hollywood).

Tipe Star

Star adalah orang yang terkenal. Mereka berada diantara tipe creator dan supporter. Memiliki kepribadian yang menarik, mudah memukau orang lain, energinya dahsyat, semangatnya juga top, dan merasa nyaman sebagai public figure. Mereka dapat memanfaatkan ketenarannya untuk mencapai tujuan. Seorang aktor akan dipercaya oleh orang awam jika ia membuka sebuah agency. Seorang motivator ulung akan sangat gampang menghasilkan keuntungan dengan cara membuat seminar dengan biaya tertentu. Begitu pula seorang olahragawan profesional, ia akan lebih dipercaya sebagai pelatih daripada orang biasa. Jika mereka memanfaatkan ketenaran mereka untuk bisnis, tidak menutup kemungkinan bisnis mereka akan besar dan cepat menghasilkan uang.

Contoh orang yang berada dalam tipe ini adalah Bono (vokalis U2) Elton John (penyanyi) Michael Jordan (pebasket NBA), David Beckham (mantan kapten kesebelasan nasional Inggris), dan Tung Desem Waringin (motivator terkenal Indonesia dan Managing Director TDW).

Tipe Supporter


Jack Welch (CEO General Electric), Steve Case (CEO American Online), dan TP Rachmat (Astra Grup Indonesia) termasuk dalam orang bertipe supporter. Orang seperti ini tidak perlu menciptakan suatu produk baru atau memiliki suatu keahlian dan keterampilan yang sangat luar biasa seperti seorang creator.

Mereka dapat mendukung usaha yang telah diciptakan oleh seorang creator untuk menjadi sebuah usaha baru yang juga menguntungkan bagi dirinya sendiri dan juga memberikan imbal hasil bagi tipikal orang creator. Orang-orang supporter memiliki ciri leadership tinggi, memberi inspirasi banyak orang, memiliki jaringan yang luas, mampu membangun tim yang kuat, dan mampu membangun hubungan interpersonal yang tinggi. Beberapa pembeli franchise juga termasuk dalam tipikal orang seperti ini.

Tipe Deal Maker


Deal Maker adalah juru runding atau dalam bahasa kerennya broker (makelar). Seorang yang punya kemampuan daam bidang ini tidak butuh produk ataupun sistem. Yang ia miliki hanyalah kemampuan menjadi penghubung yang baik dan bisa diterima oleh pemilik bisnis. Deal maker adalah starting point yang paling mudah. Karena tidak perlu modal dan tidak perlu sistem. Yang penting bisa ngomong dan bisa dipercaya sehingga mendapatkan sebuah kesepakatan.

Termasuk di dalam tipe ini adalah orang-orang yang mampu berkomunikasi dengan sangat baik, negosiator, dan pembujuk yang andal. Contohnya adalah Donald Trump (CEO Trump Corporate) pengembang real estate kelas dunia, dan pemilik sejumlah kasino papan atas), dan Rupert Murdoch (pemilik News Corporation, seperti FOX, BSkyB, dan Harper Collins).

Mereka merupakan profil antara supporter dan trader, sehingga memiliki kepekaan terhadap timing yang tepat sambil tetap berorientasi kepada orang.

Tipe Trader

 
Tipe trader adalah orang yang ahli berdagang. Contohnya George Soros. Ciri-ciri trader adalah bisa membeli murah dan menjual dengan harga tinggi, ulet, pintar membaca situasi, dan memiliki instuisi kuat.

Orang yang memiliki karakter trader diumpamakan seperti musim gugur, yang selalu menitik beratkan pada pertanyaan : kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan keuntungan yang besar? Tidak seperti orang tipe creator yang selalu menciptakan sesuatu dari nol. Kelemahan tipe ini adalah kurang kreatif dan sulit memperbaiki keadaan apabila sudah mengikuti sistem yang terlanjur salah.

Tipe Accumulator


Tipe accumulator mendapatkan kesuksesannya dengan cara berinvestasi tanpa terlibat ke dalam bisnisnya. Warren Buffett (investor, pengusaha, dan orang terkaya kedua di dunia) adalah ciri investor yang membeli perusahaan untuk dikembangkan kembali. Semboyan orang bertipe accumulator adalah "beli dan tahan". Ciri yang menonjol dari tipe ini adalah ia seorang perencana yang hebat dan sangat konsisten dengan apa yang telah direncanakannya.

Tipe pengumpul ini berada di antara tipe trader dan lord sehingga orang yang memiliki tipe seperti ini biasanya sistematis dan sabar. Selain Warren Buffet, tokoh terkenal bertipe accumulator adalah Robert T. Kiyosaki penulis buku laris Rich Dad Poor Dad. Dalam buku-bukunya, ia selalu menunjukkan cara mengakumulasikan hartanya dengan membeli properti terbaik atau saham unggulan untuk mendapatkan keuntungan passive income.

Pebisnis dengan cara take over, selain dapat digolongkan ke dalam tipe supporter juga ada pada tipe accumulator. Ini karena sifat dari take over itu sendiri yang mengharuskan orang tersebut untuk dapat sukses dengan cara mengembangkan aset.

Tipe Lord 

Yang terakhir adalah tipe lord. Tipe seperti ini dianalogikan seperti musim dingin (winter). Mereka dapat terus bekerja dengan tenang, terkendali, bijaksana, dan terstruktur. Kelemahan orang dengan tipe seperti ini adalah agak sulit menerima perubahan dari pihak manapun dan selalu dilema dalam mengambil keputusan.Contoh orang-orang lord adalah John D. Rockefeller (industriawan terkaya yang memberikan pengaruh besar hingga kini dan donatur terbesar pembangunan markas PBB), Andrew Carnegie (Pendiri Pittsburgh Carneige Company dan industrialis Skotlandia-Amerika), Laksmi Mittal (miliarder industrialis India dan Pimpinan Mittal Steel Company), dan Hilmi Panigoro (Pemegang saham PT Medco Energi).
Orang-orang dengan tipe lord dapat memulai perjalan bisnisnya dengan menjadi seorang profesional yang ahli di bidangnya dan bekerja dalam suatu bisnis tertentu yang sesuai dengan keahliannya. Karena keahliannya tersebut, mereka mendapatkan saham dan menjadikannya lebih dari seorang profesional.

Untuk sumber keberhasilan, kita harus mendapatkan dan memiliki salah satu tipe karakter tersebut. Ini semua dilakukan untuk memudahkan kita dalam memilih bidang usaha yang sesuai dengan jalur alami potensi-potensi yang ada pada pribadi kita.

Memulai dan mengakselarasi bisnis secara cepat dengan cara take over bisa menjadi solusi alternatif memulai dan mengembangkan usaha walaupun kita memiliki keterbatasan pengetahuan dan keahlian. Manusia diciptakan Tuhan tidak ada yang sama, semata-mata dengan tujuan agar dapat saling menjalin kerjasama untuk mendapatkan kebahagiaan dan kemakmuran.
.:[Close][Klik 2x]:.
 Kekuatan Berfikir Positif 
Bos Anda Tidak Akan Menjadikan Anda Kaya